Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, memberikan hadiah berupa mobil listrik Togg T10X kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai simbol persahabatan antara kedua negara.
Hadiah Persahabatan dari Turki
Dalam kunjungan kenegaraan di Turki, Presiden Prabowo Subianto menerima hadiah istimewa dari Presiden Recep Tayyip Erdoğan berupa mobil listrik Togg T10X. Hadiah ini diberikan sebagai simbol persahabatan dan hubungan erat antara Indonesia dan Turki yang telah berjalan selama puluhan tahun. Saat acara jamuan makan siang, Erdoğan secara langsung memperkenalkan keunggulan mobil listrik berwarna putih tersebut kepada Prabowo.
Dilansir dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erdoğan menegaskan bahwa hadiah ini tidak hanya sekadar simbol diplomasi, tetapi juga menunjukkan hubungan personal yang hangat antara kedua pemimpin.
Mengenal Togg T10X
Togg T10X adalah kendaraan listrik yang dikembangkan oleh Turkiye’nin Otomobili Girisim Grubu (Togg), perusahaan otomotif nasional dari Turki. Mobil ini terkenal dengan jangkauan baterainya yang mengesankan, mencapai hingga 523 km. Disamping kemampuan jarak tempuhnya, Togg T10X dilengkapi dengan teknologi perangkat cerdas yang terhubung dengan ekosistem mobilitas Togg, membuatnya sangat inovatif dan ramah lingkungan.
Presiden Prabowo tidak hanya menerima dengan tangan terbuka, tetapi juga langsung menjajal duduk di kursi kemudi mobil tersebut. Hal ini menunjukkan ketertarikan dan apresiasi atas langkah Turki dalam mengembangkan mobil nasional yang ramah lingkungan.
Makna Penyerahan
Selain sebagai alat transportasi inovatif, penyerahan Togg T10X ini mencerminkan hubungan baik antara Prabowo dan Erdoğan, yang melampaui hubungan diplomatik formal. Momen hangat saat penyerahan yang dilakukan Erdogan dan antusiasme Prabowo jadi penggambaran kepercayaan dan persahabatan kedua negara.
Kedua pemimpin mengharapkan bahwa pemberian ini akan menjadi landasan kokoh dalam memperkuat berbagai kerja sama bilateral antara Indonesia dan Turki ke depannya. Gestur ini sekaligus menegaskan hubungan dua negara tidak hanya sebatas hubungan perdagangan dan politik, melainkan juga kemitraan strategis yang saling menguntungkan.
