Selama lima tahun terakhir, inovasi dalam bidang kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang pesat, menunjukkan kreativitas dan kemampuan sumber daya lokal.
Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan di Indonesia
Indonesia telah mengalami lonjakan perkembangan dalam penggunaan energi terbarukan di sektor otomotif. Dari mobil listrik buatan Tiongkok yang mulai membanjiri pasar hingga inovasi dalam negeri, potensi ini telah berkembang lebih dari satu dekade belakangan. Banyak produk lokal yang menonjol lantaran bukan hanya merakit, tetapi juga mendesain dan membangun kendaraan listrik sendiri.
Kendaraan listrik dari Indonesia seperti Tucuxi, Selo, dan Gendhis menjadi contoh dari mobil-mobil yang dirakit dengan semangat lokal. Proyek-proyek ini menandakan kesiapan Indonesia untuk berkompetisi dalam menciptakan kendaraan ramah lingkungan dan teknologi canggih.
Tucuxi: Pelopor Mobil Listrik di Indonesia
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah mobil listrik Tucuxi. Dikembangkan oleh Danet Suryatama, Tucuxi sempat menjadi pusat perhatian dengan desain aerodinamisnya yang mirip mobil sport dunia. Dibekali motor listrik bertenaga 268 hp, baterai lithium-ion, dan kecepatan maksimum 200 km/jam, Tucuxi mampu menempuh jarak 200 km sekali isi daya.
Pengujian yang sempat dilakukan oleh Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan, menunjukkan dukungan pemerintah dalam inisiatif ini. Sayangnya, kemunduran proyek ini terjadi setelah insiden kecelakaan di Magetan pada 2013. Meski begitu, Tucuxi tetap menjadi simbol kebangkitan inovasi otomotif lokal, saat ini dipamerkan di Museum Angkut, Malang.
Selo: Prospek Mobil Listrik Masa Depan
Menyusul Tucuxi, Selo menjadi proyek mobil listrik lain yang menyedot perhatian. Dirancang oleh insinyur muda, Ricky Nelson, Selo menawarkan desain sporty dengan teknologi baterai lithium-ion yang mampu menjangkau 250 km dalam sekali isi daya. Dikemas dalam tampilan futuristik, Selo memunculkan optimisme tinggi saat diperkenalkan dalam ajang APEC di Bali 2013.
Namun, seperti halnya Tucuxi, pengembangan Selo juga tidak lepas dari tantangan. Kendala regulasi hingga kurangnya investasi menjadi penghalang utama, walau mobil ini mendapat tanggapan positif berkat standar tinggi yang diterapkan dalam pembuatannya.
Gendhis: Mobil Listrik Keluarga dengan Sentuhan Lokal
Tidak hanya mobil sport, Indonesia juga menciptakan mobil listrik berjenis MPV, Gendhis. Dirancang oleh perusahaan lokal dengan target pasar keluarga, Gendhis mengakomodasi desain modern yang ramah lingkungan. Didesain dengan kenyamanan pengguna dalam fokus, Gendhis menambah daftar panjang inovasi lokal yang patut dibanggakan.
Mobil ini menjadi saksi keahlian para pengembang lokal dalam menghadirkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Kehadirannya membuktikan bahwa mobil listrik bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
