Ketika Harga Karet Merosot: Efek dari Turunnya Permintaan Mobil?

Turunnya permintaan mobil di China berdampak besar bagi harga karet di Jepang yang mengalami penurunan. Kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global semakin menambah tekanan pasar.

Penurunan Permintaan Mobil di China

Penjualan mobil di China pada Januari mengalami penurunan hingga 12% dibandingkan tahun lalu. Persaingan ketat di sektor otomotif membuat angka ini menjadi penurunan terbesar dalam setahun. Dampaknya langsung terasa pada industri karet, terutama yang digunakan untuk produksi ban mobil.

Presiden Trump baru saja menerapkan tarif reciprocal yang menargetkan impor barang ke AS dari semua negara. Hal ini memicu kekhawatiran akan memanasnya perang dagang global yang turut menekan harga karet di pasar.

Situasi Harga Karet di Pasar

Di The Osaka Exchange (OSE), harga karet pada bulan Juli turun 0.6 yen atau sekitar 0.16%, menjadi 368.1 yen per kilogram. Sementara itu, di Shanghai Futures Exchange (SHFE), harga karet untuk bulan Mei justru naik 340 yuan atau sekitar 1.94%, menjadi 17,825 yuan per metrik ton.

Namun, untuk karet butadiene di SHFE, tidak ada perubahan signifikan dengan tetap berada di 14,730 yuan per metrik ton. Situasi ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan di satu sisi, beberapa harga tetap stabil.

Produksi Karet di Asia Tenggara dan Nilai Tukar Mata Uang

Di Asia Tenggara, permintaan karet masih menunjukkan sedikit peningkatan meski daerah tersebut sedang berada di periode pertengahan panen. Secara global, persediaan karet alam tengah bertransisi seiring dengan penurunan produksi yang diperkirakan akan berlanjut hingga Mei, sebelum meningkat kembali pada bulan September.

Di sisi lain, dolar AS menguat 0.7% menjadi 153.56 yen, menjadikan harga karet dalam yen lebih murah bagi pembeli internasional yang tidak menggunakan dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top